Dari Pena ke Dapur Gizi: Jejak Jurnalis Husen Hamid Bangun Harapan di Pelosok Taliabu
Jurnalis Malut Husen Hamid jadi investor Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Losseng, Taliabu. Ia wujudkan akses gizi anak dan gerakkan ekonomi lokal.
TALIABU – Di tengah hiruk-pikuk perdebatan nasional mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang jurnalis asal Maluku Utara, Husen Hamid, mengambil langkah nyata yang melampaui tugas jurnalistiknya. Pria yang besar di Kota Ternate ini memilih turun langsung menjadi bagian dari solusi dengan menjadi investor pembangunan Dapur MBG di Desa Losseng, Kecamatan Taliabu Timur Selatan, Pulau Taliabu.
Langkah Husen ini tergolong berani dan langka. Sebagai jurnalis aktif di Media Times Indonesia, ia biasanya berada di garis depan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Namun, melihat besarnya potensi dampak bagi kesehatan anak-anak di daerah terpencil, ia memutuskan untuk membuktikan bahwa program strategis Presiden Prabowo Subianto ini bersifat inklusif dan dapat dijalankan oleh siapa saja yang memiliki niat tulus bagi kemajuan bangsa.
Keputusannya menanamkan modal di Dapur MBG Losseng bukan didasari oleh motif keuntungan materi semata. Husen menegaskan bahwa pergerakannya adalah sebuah investasi sosial untuk mematahkan narasi negatif yang menyebut program ini hanya dikuasai oleh pengusaha besar atau lingkaran partai politik. Baginya, keterlibatan seorang jurnalis biasa dalam proyek ini adalah bukti nyata bahwa ruang partisipasi publik terbuka lebar bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perjalanan mewujudkan dapur ini pun tidak semudah menulis berita. Husen harus berhadapan dengan kenyataan pahit mengenai kondisi geografis Taliabu yang ekstrem. Desa Losseng merupakan wilayah terisolir yang hanya bisa diakses melalui jalur laut. Seluruh peralatan dapur standar nasional didatangkan langsung dari Jakarta, lalu diangkut menerjang ombak dan cuaca yang sering kali tidak menentu.
Kendala logistik ini mengakibatkan pembengkakan biaya operasional yang jauh melampaui perhitungan awal.
Meski harus menguras energi, waktu, dan biaya yang besar, Husen tetap teguh pada komitmennya. Ia dibantu oleh tim yang solid untuk memastikan infrastruktur dapur selesai tepat waktu. Motivasi terbesarnya adalah kerinduan melihat anak-anak di ujung timur Indonesia mendapatkan asupan gizi yang setara dengan anak-anak di kota besar. Ia membayangkan setiap porsi makanan yang keluar dari dapur tersebut mengandung harapan akan kecerdasan dan pertumbuhan fisik yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Lebih dari sekadar urusan gizi, keberadaan dapur ini juga dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi lokal di Taliabu Timur Selatan. Dengan menyerap tenaga kerja lokal sebagai juru masak dan petugas distribusi, serta memprioritaskan pasokan bahan baku dari petani dan UMKM setempat, Dapur MBG Losseng diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa.
Kini, pembangunan Dapur MBG Losseng telah dinyatakan selesai dan siap dioperasikan di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN). Husen Hamid telah membuktikan bahwa seorang jurnalis tidak hanya mampu memotret keadaan, tetapi juga mampu mengubah keadaan. Baginya, kebahagiaan sejati bukanlah soal rupiah, melainkan saat melihat foto anak-anak Taliabu menikmati makanan bergizi dan mengetahui di setiap suapan itu.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



