Arema FC Ditahan Imbang Malut United 1-1 di Kanjuruhan
Laga pekan ke-26 BRI Super League 2025-2026, antara Arema FC versus Malut United di Stadion Kanjuruhan Malang, berkesudahan dengan skor akhir 1-1.
MALANG – Laga pekan ke-26 BRI Super League 2025-2026, antara Arema FC versus Malut United di Stadion Kanjuruhan Malang, berkesudahan dengan skor akhir 1-1.
Bermain di kandang sendiri di hadapan pendukungnya sebanyak 1.700 lebih penonton yang memenuhi stadion, Singo Edan tidak menunjukkan dominasinya.
Arema FC sebenarnya berhasil mencuri gol lebih dulu dari Malut United di babak pertama, yang kemudian dibalas tim tamu. Namun, hingga tambahan waktu 4 menit babak kedua, kedudukan tidak berubah.
Sepanjang laga babak kedua, skuad Arema FC tampak kesulitan menggandakan gol kemenangan. Bahkan, pertandingan berlangsung dalam tempo melambat memasuki 20 menit akhir babak kedua.
Pemain Arema FC bahkan tampak mengumpul di paro lapangan sendiri. Sebaliknya, praktis menyisakan satu atau dua pemain depan, sehingga pergerakannya mudah dipatahkan pemain belakang lawan.

Sejumlah pemain Singo Edan juga tampak kelelahan dan mengalami cedera, hingga mengharuskan pelatih beberapa kali melakukan pergantian pemain.
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, memang tidak mudah bagi anak asuhnya menundukkan lawan dalam pertandingan sore ini.
"Pertandingan hari ini sulit. Tidak mudah bisa melawan tim kuat Malut United. Tim lawan banyak dihuni pemain hebat yang semua bisa diturunkan," kata Marcos Santos, dalam konferensi pers usai laga.
Sebaliknya, komposisi pemain Arema FC agak pincang. Dua striker asing tidak bisa diturunkan karena hukuman kartu merah di laga sebelumnya. Salah satunya, striker andalan Dalberto.
Menurut Marcos, dengan komposisi pemain yang tidak seperti biasanya, maka wajar baginya ketika harus melakukan transisi dan perubahan strategi saat pertandingan.

Pemain lokal, Anwar Rifai yang diturunkan pelatih sebagai starter juga menyampaikan, tidak mudah bisa menundukkan Malut United meski bermain di kandang sendiri.
Sebagai pemain lokal, ia mengaku bersyukur diberi kesempatan bermain sebagai starting pada laga kali ini.
"Ya, saat latihan kami tunjukkan kepercayaan bermain terbaik kepada pelatih. Pemain lokal juga punya kemampuan sama dengan pemain asing, bisa menjadi starting. Hari ini kami bermain dengan banyak pemain lokal, namun tetap bisa mengimbangi permainan lawan," ungkap Rifai.
Senada, head coach Marcos Santos juga menegaskan, saat latihan siapa yang siap dan bagus, tidak dibedakan pemain lokal masupun asing, maka sama-sama diberi kesempatan bermain sejak babak pertama. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

