Dikbud Malut Apresiasi Kelulusan Siswa SMA/SMK Capai 98,91 Persen
Kelulusan SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara tahun ajaran 2025/2026 mencapai 98,91 persen. Dikbud Malut mendorong lulusan melanjutkan pendidikan demi peningkatan kualitas SDM.
SOFIFI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara (Dikbud Malut) kembali memberikan kinerja berdampak positif dalam kebijakan pembinaan sekolah tingkat SMA, SMK dan SLB di Malut.
Hal itu terlihat dari hasil pengumuman serentak kelulusan siswa pada 4 Mei 2026 di seluruh satuan pendidikan di bawah binaan Dikbud Malut. Di mana, angka kelulusan siswa jenjang SMA, SMK, dan SMA Luar Biasa (SLB) di Provinsi Maluku Utara tahun ajaran 2025/2026 mencapai 98,91 persen.
Angka tersebut terbilang fantastis karena berdasarkan data Dikbud Malut, jumlah peserta ujian akhir jenjang SMA tercatat sebanyak 13.712 siswa yang tersebar di 222 sekolah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.627 siswa dinyatakan lulus atau setara 99,44 persen pada tingkat SMA. Sementara untuk jenjang SMK, dari 4.725 peserta ujian di 149 sekolah, sebanyak 4.625 siswa dinyatakan lulus atau sebesar 97,90 persen. Dan untuk pada jenjang SMA-LB, seluruh 65 peserta dari 13 sekolah dinyatakan lulus atau mencapai 100 persen.
Maka, secara keseluruhan, jumlah lulusan dari jenjang SMA dan SMK di Provinsi Maluku Utara mencapai 18.301 siswa, dengan rata-rata tingkat kelulusan 98,91 persen.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang menengah. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) ia menaruh harap para lulusan putra-putri terbaik Malut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sehingga kedepannya dapat memasuki dunia kerja dengan bekal kompetensi yang memadai.
“Saya ucap terima kasih kepada seluruh siswa-siswi, putra-putri terbaik Maluku Utara yang telah menyelesaikan ujian, kalian adalah generasi terbaik yang patut di-support oleh pemerintah biar ke depan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, sehingga menjadi generasi terampil, cerdas, dan berkompoten dalam menjemput dunia kerja,” ucap Abubakar, Kamis (7/5/26)
Tidak mau ketinggalan, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada kepala sekolah, para guru, serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam mendukung proses pendidikan hingga mencapai hasil tersebut.
“Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai hasil kerja bersama dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di Maluku Utara” ujar Abubakar.
Ia menegaskan kepada seluruh kepala sekolah agar mempercepat proses penerbitan ijazah tanpa harus diminta biaya apalagi yang menerima program bantuan yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sekolah yang menerima program BOSDA tidak diperkenankan membebankan biaya apapun kepada siswa dalam proses pengambilan ijazah”tutup Abubakar. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

