Dugaan Kasus Keracunan MBG Kembali Terulang di Cianjur
ILUSTRASI: Menu MBG kembali memicu dugaan keracunan di Cianjur (FOTO: Antara)

Dugaan Kasus Keracunan MBG Kembali Terulang di Cianjur

Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Cianjur.

TIMES Maluku,Jumat 12 September 2025, 11:30 WIB
510.4K
W
Wandi Ruswannur

CIANJURSeakan mengulang kisah lama yang belum juga tuntas, kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di Kabupaten Cianjur.

Kali ini, puluhan siswa SDN Salakawung dan SMP Budi Luhur di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, dilaporkan mengalami gejala mual, pusing dan muntah setelah menyantap menu MBG.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 36 siswa dari dua sekolah di Desa Sarampad yang mengalami gejala keracunan, dengan lima di antaranya harus mendapat perawatan di Puskesmas Cugenang.

Dalam hal ini Kapolsek Cugenang, Kompol Usep Nurdin, menyampaikan bahwa 19 siswa berasal dari SDN Salakawung, sedangkan 17 lainnya dari SMP Budi Luhur.

“Informasi yang diterima, totalnya ada 36 siswa yang merasakan gejala setelah menyantap makanan MBG. Sebagian besar bisa ditangani langsung oleh tenaga medis di lokasi, sementara beberapa siswa membutuhkan perawatan lebih lanjut di puskesmas,” ujar Usep, Jumat (12/9/2025).

Berulangnya kasus serupa menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar kualitas dan pengawasan distribusi MBG di daerah tersebut. Program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi bagi pelajar justru berulang kali memicu masalah kesehatan.

Bukan Kasus Pertama

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Sejak awal program MBG bergulir, sejumlah insiden serupa telah berulang di beberapa sekolah. Pada April 2025, puluhan pelajar MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI 1 Cianjur menjadi korban dugaan keracunan.

Kemudian pada Agustus 2025, belasan santriwati Yayasan Pendidikan Islam Assatinem di Kecamatan Cidaun juga mengalami hal yang sama.

Belum lama berselang, pada 9 September 2025, sembilan siswi MTs Islamiyah Sayang turut terkena dampaknya. Bahkan pada 22 Agustus 2025 lalu, sempat ditemukan belatung di salah satu menu MBG milik siswa SMA Islamic Al-Irsyad Boarding School (IABS) Cipanas.

Kasus terbaru di Cugenang memperpanjang daftar kejadian yang memunculkan keprihatinan banyak pihak.

Tanpa evaluasi serius, tidak menutup kemungkinan kasus-kasus serupa akan kembali terjadi di masa mendatang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Maluku, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.