Queen Airin Alfatunnisa Anwar, Peserta Terbaik Lomba Tembang Tradisi Kepulauan Sula
Queen Airin Alfatunnisa Anwar, siswi Sekolah Islam Terpadu (SDIT), Tunas Permata Sanana, meraih katagori terbaik penyayi anak usia dini, dalam lomba tembang tradisi yang ...
KEPULAUAN SULA – Queen Airin Alfatunnisa Anwar, siswi Sekolah Islam Terpadu (SDIT), Tunas Permata Sanana, meraih katagori terbaik penyayi anak usia dini, dalam lomba tembang tradisi yang dilaksanakan di taman Wansosa, Desa Fagudu Kecamatan Sanana, Kepulauan Sula, (Jumat/8/2023).
Lomba bahasa daerah jenjang SD SMP, ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula, dengan tema "Penguatan Literasi Bahasa Daerah Sula Wujudkan Generasi Profil Pelajar Pancasila".
Airin, kepada TIMES Indonesia saat ditemui usai menyanyikan salah satu lagu bahasa daerah Sula, mengatakan sangat bahagia, pasalnya dari semua peserta yang tampil dirinya yang paling kecil namun mampu memberikan penampilan terbaik.
"Insya Allah, potensi yang saat ini sudah ada dalam diri, akan saya kembangkan," ucap Airin sapaan gadis kecil itu.
Terpisah, Wakil Bupati Kepulauan Sula M. Saleh Marasabessy, mengatakan lomba yang saat ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan akan menjadikan acara ini sebagai salah satu ajang yang mampu melestarikan bahasa daerah Sula.
Dikatakanya, kegiatan lomba bertutur bahasa daerah, merupakan kegiatan yang sangat positif. Lomba ini mengajarkan generasi penerus tentang bahasa ibu, yang menjadi warisan leluhur dan identitas setiap daerah yang ada di indonesia.
"Seperti yang kita ketahui bersama lomba bertutur bahasa daerah ini pemenangnya akan mengikuti kegiatan di tingkat provinsi dan nasional," pungkas wakil Bupati Sula M. Saleh Marasabessy.
Dia mengimbau kepada anak-anak semua yang mengikuti lomba, baik yang berhasil keluar sebagai juara ataupun yang belum, untuk tetap melestarikan bahasa daerah Sula sebagai bahasa daerah identitas kita semua.
"Bukan saja itu kepada semua guru-guru, saya mengharapkan tetap semangat dalam menerapkan krikulum merdeka belajar. Sebab bahasa daerah saat ini melekat pada kurikulum merdeka belajar," ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


